Bab
1
Ayam
berkokok, angin bersiul, walaupun hari masih gelap tetapi aku tau ini sudah
pagi –lebih tapatnya subuh. Saat aku melangkah menuju istana air—kamar mandiku,
aku terkejut melihat seseorang yang ada di sana, berbaju putih, berambut
panjang cukup seraaam..ihhhh aku bergidik, takut, tapi kuberanikan diri untuk
mendekati sosok wanita itu. Saat aku mulai melangkah mendekati, wanita itu
membalik “Aaaaahhhhh setan” teriak gita yang membuat seisi rumah terkejut. Hah?
bukan itu adalah mama huuuuuhhhh alhamdullilah.
“Ih ko
mama di bilang setan sih?”tanya mama heran.
“Mama sih
subuh-subuh begini sendirian di dapur, pake baju putih pula, itu rambut
bukannya di iket lagi.” tukas Gita kesal.
“Ya mama
kan lagi nyiapin sarapan buat kamu dan papa. Lagian masa sih cantik-cantik
begini di bilang setan?” kata mama.
“Maskermu itu loh mah, bukannya dibersihin
dulu kek.” lanjut gita.
“Oh iya
lupa hehe yaaa maaaf.” jawab mama tersipu.
“Huuuuuu.”
Skak mattt buat mama. Aku kegirangan.
“Yaudah
sana cepet mandi, ntaar telat loh.” jawab mama menyuruh.
Itulah mama. Sosok yang rame, riang,
pengertian, penuh kasih sayang dan kehangatan. Dan penuh dengan kejutan.
~
Hari
keduaku menjadi penghuni sekolah ini. Saat sedang berjalan menuju kelas,
kakak-kakak kelasku yang memasang wajah-wajah seram itu memandangku. Sinis. Aku memalingkan
wajahku dan langsung berlari menuju kelas. Tapi saat aku berlari Bruuuukkk...
“Auuuuuw” jeritku. Saat melihat siapa yang tadi tabrakan denganku, ternyata dia
Sera. Sahabatku dari sekolah dasar yang kini melanjutkan pendidikannya ke
sekolah yang sama denganku.
“Ih kamu
apaan sih pake nabrak-nabrak segala.”celotehku kesal.
“Eh kamu
kemana aja sih aku cari-cari dari tadi, udah jam berapa oyyy, siang nih”jawab
Sera tak kalah kesal.
“Maaf ,
tadi tuh aku ada sedikit problem
dengan mama, biasalaaah.”aku mengeles.
“Wuuuu
dasaaar, eh tau ga ?”Sera memasang wajah cemas yang membuatku sedikit
penasaran. “Kakak-kakak kelas pada ngomongin kamu tauuu.”lanjut Sera.
“Hah?
ngomongin bagaimana? Emmm ya wajarlah aku tuh cantik truss aku tuhhh...” belum
sempat aku meneruskan omonganku, Sera langsung memotong.
“Ya
ampuuun bukan gitu Gitaaaaa, maksudku mereka tuh ngomongin soal banyak
cowo-cowo yang ngedeketin kamu, banyak kakak kelas cowo yang mutusin pacarnya
hanya demi pedekate sama kamu.” jelas Sera.
“Ya
terusss masalahnya sama aku ?.” jawab gita santai.
“Astagaaaa
Gitaaa, please deh ah, pacar-pacarnya itu pada bakalan datengin dan introgasi
kamu!!!” jawabnya panik.
“Ya alloh
santaaai aja kali, toh bukan salah aku kan, well kenapa harus takut.” Jawab
gita tantang.
“Tapi
giiiit..” Sera tetap panik.
Belum
selesai Sera berbicara, Gita sudah pergi berlalu meninggalkan Sera yang tengah
berdiri sendiri itu dengan keadaan yang sedang panik. Karena bel telah
berbunyii...
“Gitaaaa
jahaaaaat!!” tukas Sera yang menyusul untuk masuk ke dalam kelasnya yang baru
itu.
~
Saat
pulang sekolah. Gita yang tengah asiik berbincang-bincang itu dengan sahabatnya
Sera terhentikan langkahnya ketika mendapati sekelompok orang yang memasang
wajah tak bersahabat itu berdiri di hadapannya yang bagi Gita wajah-wajah ini
tak asing lagi. Hmm sekelompok genk
wanita yang bernama “Chubby Girls” yang lumayan terkenal di sekolah itu
merupakan sebuah genk yang di isi
oleh kakak-kakak kelasku—yang agak songong-songong dari pertama kali aku mengikuti masa
orientasi siswa baru di sekolah ini, Ya itu genknya
Kak Balqis—ketua dari genk tersebut
yang beranggotakan Kak Lusi, Kak Rene, dan Kak Seny. “Ada apa mereka
menemuiku?”tanyaku dalam hati. “Apa mereka mauuuuu aaaaah hmmm....”lanjutku.
“Heh anak
baru, mau lo apa sih, lo tuh anak baru
yah di sini ! masih kelas 7 pula, jangan berani macem-macem deh!!” celoteh
Balqis sinis.
“Maa..
maa.. maaksud kakak apa ? aku tidak
mengerti.” jawabku terbata-bata.
“Alaah
jangan pura-pura so polos deh lo! Maksud lo apa hah ? kenapa tiba-tiba cowo
gue mutusin gue ? itu pasti gara-gara lo
kan ?!” jawab Balqis emosi.
“Kak Dani
?” tanyaku pelan.
“Iyalah
siapa lagi!” jawabnya sewot.
“Tapi aku
gatau apa-apa kak.” Cobaku membela diri. “Kenapa kakak nyalahin aku ?”
“Tapi Dani
bilang dia mutusin gue gara-gara dia udah ga cinta lagi sama gue *cinta? Hah?!
hemm cinta monyet kali ah jeritku dalam hati*, dan dia bilang kalo dia suka
sama eloo Gitaa !!!” tukas Balqis.
“Ya tapi
kakak ga bisa nyalahin aku gitu doong” Gita mulai sewot. “Lagian ini bukan
salah aku kan? Yang suka itu Kak Dani bukan Aku !” jelasku yang langsung
berlari karena malas meladeni mereka, di susul oleh Sera yang dari tadi hanya
diam melihat aku dan Si singa—panggilanku untuk Kak Balqis itu bercengkrama.
Saat aku akan pulang memasuki APV
silver milik keluargaku ini, aku kembali terfikir tentang omongan si singa
tadi. “Apa benar Kak Dani mutusin dia hanya karna dia naksir sama aku? Masa
sih?” tanyaku dalam hati yang membuat wajahku sedikit agak memerah. Yah memang
sih tidak bisa dipungkiri Kak Dani memang ganteng, cool hahaha, dan aku juga tidak bisa mengelak, Yahhh akupun naksir
berat sama cowo itu. Pikiran aneh yang membuat aku senyam-senyum sendiri dari
tadi ternyata diperhatikan oleh mang ijo ---supirku yang heran melihat
tingkahku ini.
“Kenapa
non ? kayanya lagi bahagia nih dari tadi senyam-senyum ndiriii” goda mamang.
“Ih mamang
apaaan sih, udah deh fokus aja sama jalan, awas aja kalo nanti tiba-tiba kita
nyapenya bukan di rumah papa tapii di rumah sakit, gimana ?” candaku.
“Astagfiruloh
amit-amit non, iya deh iya mamang fokus.” jawabnya.
“Hahahahahahah”
aku tertawa geli.
~
Cinta adalah sesuatu yang menggemaskan
Banyak orang tergila-gila karna cinta
Cinta membawa kebahagian
Tetapi cinta juga membawa kesengsaraan
Cinta awalnya surga
Tapi cinta akhirnya neraka
Kututup
kembali notebook kecilku yang biasa ku pakai untuk menulis kata-kata dalam
hatiku. Yah , itulah kebiasaanku, menulis kata-kata yang nanti pada akhirnya
akan ku rangkai menjadi sebuah puisi yang indah.
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam,
waktunya tidur, tetapi aku lebih memilih menghabiskan waktuku di balkon kamarku
ini sambil menikmati secangkir kopi yang telah menjadi kebiasaanku sejak dulu.
Saat mataku mulai lelah aku mencoba melangkah ke istanaku, tempatku tidur.
Tetapi langkahku terhenti ketika aku mendapati Drrrrt...drrrttt...drrrrt
handphoneku bergetar, 1 inbox yang tak kukenal nomor ponselnya.
“Good night, udah tidur? .Dani.”
Whaaaaatttt
!!! Dani sms aku ? oh ya tuhaaan. Aku membalas,
“Night too, belom, ada apa kak?”
“Jangan panggil aku kaka, panggil saja Dani, kenapa belum
tidur?”
“Oh iya Dani, gatau nih, kamu sendiri kenapa?”
“Aku juga begitu, tak bisa tidur dan akhirnya aku sms kamu,
aku dapet nomor ponselmu dari sahabatmu itu.”
“Hahaha dasaar, siapa? Sera ?”
“Iya itu mungkin”
“Oh”
“Sedang apa?”
“Lagi tiduran aja nih di kasur, kalo kamu ?”
“Ngantuk yah ? Tidur aja gih ! Sama”
“Hmmmmm emangnyaa gapapa kalo aku tidur?”
“Ya gapapa dong cantik, udah sana tidur, nice dream ”
“Okee bye, thanks ”
“Cantikkk
? whaaat ? Dani bilang aku cantik ? uhhhh senangnya.” celotehku dalam hati. Itu
merupakan gombalan atau dari hati yah? Ahhh bodo deh yang penting tadi tuh
nyata. Sepertinya malam ini aku akan mimpi indah. Dani ohhh Dani.
~
