Rabu, 28 Maret 2012

Tulisan part 1


Bab 1        

Ayam berkokok, angin bersiul, walaupun hari masih gelap tetapi aku tau ini sudah pagi –lebih tapatnya subuh. Saat aku melangkah menuju istana air—kamar mandiku, aku terkejut melihat seseorang yang ada di sana, berbaju putih, berambut panjang cukup seraaam..ihhhh aku bergidik, takut, tapi kuberanikan diri untuk mendekati sosok wanita itu. Saat aku mulai melangkah mendekati, wanita itu membalik “Aaaaahhhhh setan” teriak gita yang membuat seisi rumah terkejut. Hah? bukan itu adalah mama huuuuuhhhh alhamdullilah.
“Ih ko mama di bilang setan sih?”tanya mama heran.
“Mama sih subuh-subuh begini sendirian di dapur, pake baju putih pula, itu rambut bukannya di iket lagi.” tukas Gita kesal.
“Ya mama kan lagi nyiapin sarapan buat kamu dan papa. Lagian masa sih cantik-cantik begini di bilang setan?” kata mama.
 “Maskermu itu loh mah, bukannya dibersihin dulu kek.” lanjut gita.
“Oh iya lupa hehe yaaa maaaf.” jawab mama tersipu.
“Huuuuuu.” Skak mattt buat mama. Aku kegirangan.
“Yaudah sana cepet mandi, ntaar telat loh.” jawab mama menyuruh.
            Itulah mama. Sosok yang rame, riang, pengertian, penuh kasih sayang dan kehangatan. Dan penuh dengan kejutan.

~

Hari keduaku menjadi penghuni sekolah ini. Saat sedang berjalan menuju kelas, kakak-kakak kelasku yang memasang wajah-wajah seram  itu memandangku. Sinis. Aku memalingkan wajahku dan langsung berlari menuju kelas. Tapi saat aku berlari Bruuuukkk... “Auuuuuw” jeritku. Saat melihat siapa yang tadi tabrakan denganku, ternyata dia Sera. Sahabatku dari sekolah dasar yang kini melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang sama denganku.
“Ih kamu apaan sih pake nabrak-nabrak segala.”celotehku kesal.
“Eh kamu kemana aja sih aku cari-cari dari tadi, udah jam berapa oyyy, siang nih”jawab Sera tak kalah kesal.
“Maaf , tadi tuh aku ada sedikit problem dengan mama, biasalaaah.”aku mengeles.
“Wuuuu dasaaar, eh tau ga ?”Sera memasang wajah cemas yang membuatku sedikit penasaran. “Kakak-kakak kelas pada ngomongin kamu tauuu.”lanjut Sera.
“Hah? ngomongin bagaimana? Emmm ya wajarlah aku tuh cantik truss aku tuhhh...” belum sempat aku meneruskan omonganku, Sera langsung memotong.
“Ya ampuuun bukan gitu Gitaaaaa, maksudku mereka tuh ngomongin soal banyak cowo-cowo yang ngedeketin kamu, banyak kakak kelas cowo yang mutusin pacarnya hanya demi pedekate sama kamu.” jelas Sera.
“Ya terusss masalahnya sama aku ?.” jawab gita santai.
“Astagaaaa Gitaaa, please deh ah, pacar-pacarnya itu pada bakalan datengin dan introgasi kamu!!!” jawabnya panik.
“Ya alloh santaaai aja kali, toh bukan salah aku kan, well kenapa harus takut.” Jawab gita tantang.
“Tapi giiiit..” Sera tetap panik.
Belum selesai Sera berbicara, Gita sudah pergi berlalu meninggalkan Sera yang tengah berdiri sendiri itu dengan keadaan yang sedang panik. Karena bel telah berbunyii...
“Gitaaaa jahaaaaat!!” tukas Sera yang menyusul untuk masuk ke dalam kelasnya yang baru itu.

~

Saat pulang sekolah. Gita yang tengah asiik berbincang-bincang itu dengan sahabatnya Sera terhentikan langkahnya ketika mendapati sekelompok orang yang memasang wajah tak bersahabat itu berdiri di hadapannya yang bagi Gita wajah-wajah ini tak asing lagi. Hmm sekelompok genk wanita yang bernama “Chubby Girls” yang lumayan terkenal di sekolah itu merupakan sebuah genk yang di isi oleh kakak-kakak kelasku—yang agak songong-songong  dari pertama kali aku mengikuti masa orientasi siswa baru di sekolah ini, Ya itu genknya Kak Balqis—ketua dari genk tersebut yang beranggotakan Kak Lusi, Kak Rene, dan Kak Seny. “Ada apa mereka menemuiku?”tanyaku dalam hati. “Apa mereka mauuuuu aaaaah hmmm....”lanjutku.
“Heh anak baru, mau  lo apa sih, lo tuh anak baru yah di sini ! masih kelas 7 pula, jangan berani macem-macem deh!!” celoteh Balqis sinis.
“Maa.. maa.. maaksud  kakak apa ? aku tidak mengerti.” jawabku terbata-bata.
“Alaah jangan pura-pura so polos deh lo! Maksud lo apa hah ? kenapa tiba-tiba cowo gue  mutusin gue ? itu pasti gara-gara lo kan ?!” jawab Balqis emosi.
“Kak Dani ?” tanyaku pelan.
“Iyalah siapa lagi!” jawabnya sewot.
“Tapi aku gatau apa-apa kak.” Cobaku membela diri. “Kenapa kakak nyalahin aku ?”
“Tapi Dani bilang dia mutusin gue gara-gara dia udah ga cinta lagi sama gue *cinta? Hah?! hemm cinta monyet kali ah jeritku dalam hati*, dan dia bilang kalo dia suka sama eloo Gitaa !!!” tukas Balqis.
“Ya tapi kakak ga bisa nyalahin aku gitu doong” Gita mulai sewot. “Lagian ini bukan salah aku kan? Yang suka itu Kak Dani bukan Aku !” jelasku yang langsung berlari karena malas meladeni mereka, di susul oleh Sera yang dari tadi hanya diam melihat aku dan Si singa—panggilanku untuk Kak Balqis itu bercengkrama.
            Saat aku akan pulang memasuki APV silver milik keluargaku ini, aku kembali terfikir tentang omongan si singa tadi. “Apa benar Kak Dani mutusin dia hanya karna dia naksir sama aku? Masa sih?” tanyaku dalam hati yang membuat wajahku sedikit agak memerah. Yah memang sih tidak bisa dipungkiri Kak Dani memang ganteng, cool hahaha, dan aku juga tidak bisa mengelak, Yahhh akupun naksir berat sama cowo itu. Pikiran aneh yang membuat aku senyam-senyum sendiri dari tadi ternyata diperhatikan oleh mang ijo ---supirku yang heran melihat tingkahku ini.
“Kenapa non ? kayanya lagi bahagia nih dari tadi senyam-senyum ndiriii” goda mamang.
“Ih mamang apaaan sih, udah deh fokus aja sama jalan, awas aja kalo nanti tiba-tiba kita nyapenya bukan di rumah papa tapii di rumah sakit, gimana ?” candaku.
“Astagfiruloh amit-amit non, iya deh iya mamang fokus.” jawabnya.
“Hahahahahahah” aku tertawa geli.

~

Cinta adalah sesuatu yang menggemaskan
Banyak orang tergila-gila karna cinta
Cinta membawa kebahagian
Tetapi cinta juga membawa kesengsaraan
Cinta awalnya surga
Tapi cinta akhirnya neraka

Kututup kembali notebook kecilku yang biasa ku pakai untuk menulis kata-kata dalam hatiku. Yah , itulah kebiasaanku, menulis kata-kata yang nanti pada akhirnya akan ku rangkai menjadi sebuah puisi yang indah.
            Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, waktunya tidur, tetapi aku lebih memilih menghabiskan waktuku di balkon kamarku ini sambil menikmati secangkir kopi yang telah menjadi kebiasaanku sejak dulu. Saat mataku mulai lelah aku mencoba melangkah ke istanaku, tempatku tidur. Tetapi langkahku terhenti ketika aku mendapati Drrrrt...drrrttt...drrrrt handphoneku bergetar, 1 inbox yang tak kukenal nomor ponselnya.
“Good night, udah tidur? .Dani.”
Whaaaaatttt !!! Dani sms aku ? oh ya tuhaaan. Aku membalas,
“Night too, belom, ada apa kak?”
“Jangan panggil aku kaka, panggil saja Dani, kenapa belum tidur?”
“Oh iya Dani, gatau nih, kamu sendiri kenapa?”
“Aku juga begitu, tak bisa tidur dan akhirnya aku sms kamu, aku dapet nomor ponselmu dari sahabatmu itu.”
“Hahaha dasaar, siapa? Sera ?”
“Iya itu mungkin”
“Oh”
“Sedang apa?”
“Lagi tiduran aja nih di kasur, kalo kamu ?”
“Ngantuk yah ? Tidur aja gih ! Sama”
“Hmmmmm emangnyaa gapapa kalo aku tidur?”
“Ya gapapa dong cantik, udah sana tidur, nice dream ”
“Okee bye, thanks ”
“Cantikkk ? whaaat ? Dani bilang aku cantik ? uhhhh senangnya.” celotehku dalam hati. Itu merupakan gombalan atau dari hati yah? Ahhh bodo deh yang penting tadi tuh nyata. Sepertinya malam ini aku akan mimpi indah. Dani ohhh Dani.

~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar